UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
FAKULTAS FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING ISLAM

RPS-03-NBKI0401
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
MATA KULIAH (MK) KODE Rumpun MK BOBOT (sks) SEMESTER Tanggal Penyusunan
Pancasila dan Kewarganegaraan NBKI0401 Dakwah dan Ilmu Komunikasi 2 0 1 25 May 2026
Pengesahan Dosen Pengembang RPS Koordinator RMK Ka PRODI

Sarapudin, M.A

Muhammad Awwad, M.Pd.I

Syamsul Hadi, M.Pd.
Capaian Pembelajaran CPL-PRODI yang dibebankan pada MK
CPL2 Mampu mendemonstrasikan kegiatan pemahaman potensi individu pada aspek perkembangan dan kepribadian, dan masalah individu pada aspek mental, gangguan dan patologi sosialnya, serta merancang instrumen asesmen yang terukur dan bermutu untuk mengembangkan potensi dan mengatasi masalahnya dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan menghargai keragaman budaya dan pandangan.
CPL1 Mampu bersikap inklusif, bertindak obyektif dan tidak deskriminatif berdasarkan pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK01 Mampu menganalisis teori dan konsep dakwah serta komunikasi Islam secara kritis dan kontekstual dalam menjawab dinamika sosial keagamaan.
CPMK02 Mampu merancang dan mengimplementasikan strategi dakwah dan komunikasi berbasis media konvensional maupun digital secara efektif, kreatif, dan etis.
CPMK03 Mampu melakukan evaluasi program dakwah dan komunikasi Islam secara profesional dengan memanfaatkan riset dan teknologi informasi untuk meningkatkan dampak sosial dan keagamaan.
CPMK06 Mampu mengidentifikasi bentuk- bentuk patologi dan gangguan sosial serta kesehatan mental dengan mempertimbangkan konteks budaya dan nilai kemanusiaan dalam proses bimbingan dan konseling.
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK)
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.1 Mahasiswa mampu mengidentifikasi, membandingkan, dan mengkritisi perkembangan teori dakwah & komunikasi Islam (klasik-kontemporer) serta relevansinya terhadap fenomena sosial keagamaan di Indonesia.
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.2 Mahasiswa mampu menganalisis dan mengkontekstualisasikan etika komunikasi Islam untuk merespons isu aktual di ruang digital, seperti pergeseran otoritas, polarisasi, dan hoaks keagamaan.
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.3 Mahasiswa mampu menganalisis bagaimana nilai budaya lokal (seperti kolektivisme, religi, norma adat) dan nilai kemanusiaan (seperti hak asasi, martabat, empati) mempengaruhi manifestasi gejala serta persepsi masyarakat terhadap patologi dan gangguan kesehatan mental di wilayah tertentu.
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1 Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik audiens dan memetakan kanal media (konvensional & digital) untuk merancang blueprint strategi dakwah yang komunikatif, inovatif, dan sesuai prinsip syariah.
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2 Mahasiswa mampu memproduksi konten dakwah multimodal dan mengimplementasikan strategi distribusi di platform digital/konvensional, serta mengevaluasi efektivitasnya dengan tetap menjaga etika komunikasi Islam (Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, dll)
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.1 Mampu merancang instrumen dan metodologi evaluasi program dakwah dan komunikasi Islam berbasis riset dan teknologi informasi
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.2 Mampu mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data evaluasi program dakwah dan komunikasi Islam dengan memanfaatkan teknologi informasi
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.3 Mampu merumuskan rekomendasi perbaikan program dakwah dan komunikasi Islam berdasarkan hasil evaluasi untuk meningkatkan dampak sosial dan keagamaan
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.1 Mahasiswa mampu membedakan dan memetakan berbagai jenis patologi sosial (seperti kenakalan remaja, kemiskinan struktural, disorganisasi sosial) dan gangguan kesehatan mental (seperti kecemasan, depresi, trauma) berdasarkan kerangka diagnostik (seperti PPDGJ/DSM) serta teori sosiologis (seperti teori anomie, labelling, atau konflik).
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.2 Mahasiswa mampu merumuskan rencana intervensi awal (strategi bimbingan dan konseling) yang responsif budaya (culturally responsive) dan berperspektif kemanusiaan, dengan cara memodifikasi teknik konseling umum (seperti CBT, Person-Centered, atau SFBC) agar selaras dengan kearifan lokal serta melindungi hak-hak klien.
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.3 Mahasiswa mampu menganalisis bagaimana nilai budaya lokal (seperti kolektivisme, religi, norma adat) dan nilai kemanusiaan (seperti hak asasi, martabat, empati) mempengaruhi manifestasi gejala serta persepsi masyarakat terhadap patologi dan gangguan kesehatan mental di wilayah tertentu.
Korelasi CPMK terhadap Sub-CPMK
CPMK01 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.1
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.2
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.3
CPMK02 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2
CPMK03 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.1
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.2
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.3
CPMK06 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.1
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.2
sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.3
Deskripsi Singkat MK Mata kuliah ini merupakan Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang dirancang untuk membekali mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) dengan pemahaman yang komprehensif, kritis, dan aplikatif mengenai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, sistem filsafat, dan etika, serta konsep kewarganegaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE), mata kuliah ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teoretis, melainkan pada pembentukan karakter mahasiswa sebagai digital citizen yang bertanggung jawab. Fokus utama perkuliahan diarahkan pada kontekstualisasi nilai-nilai Pancasila dan prinsip kewarganegaraan dalam menghadapi tantangan era disrupsi informasi, seperti polarisasi digital, maraknya hoaks, hate speech, dan radikalisme. Secara khusus, mahasiswa akan mengkaji titik temu antara nilai-nilai keislaman (prinsip dakwah dan moderasi beragama/wasathiyah) dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Mahasiswa akan dilatih untuk menganalisis berbagai kasus pelanggaran etika komunikasi, hak dan kewajiban warga negara, kebebasan berpendapat, serta dinamika geopolitik (Wawasan Nusantara). Di akhir perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu mengaktualisasikan semangat bela negara dengan merancang dan memproduksi konten dakwah, jurnalistik, atau komunikasi publik yang kreatif, inklusif, dan damai demi menjaga integrasi nasional.
Bahan Kajian : Materi Pembelajaran Urgensi Pancasila & Kewarganegaraan di era disrupsi informasi bagi mahasiswa FDIK Historisitas Pancasila, Hubungan Agama dan Negara dalam Islam, Konsensus nasional. Etika Pancasila vs Etika Media Sosial, Fiqih Informasi (MUI), Analisis kasus Hoax dan UU ITE. UUD NRI 1945, Hak berserikat dan berpendapat, Demokrasi deliberatif vs Demokrasi Medsos. Menguji penguasaan teori dan analisis kasus (CPMK 1 & CPMK 2) Multikulturalisme, Bahaya Radikalisme/Ekstremisme, Moderasi Beragama (Wasathiyah). Geopolitik Indonesia, Ancaman siber, Polarisasi digital, Digital Citizenship Implementasi bela negara melalui konten komunikasi kreatif, strategi counter-narasi radikalisme. Presentasi dan Pameran (Exhibition) Hasil Proyek Kebangsaan.
Pustaka Utama
  • 1. Jamalong, A. (2022). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Rajawali Pers.
  • 2. Syarbaini, S. (2014). Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi (Implementasi Nilai-nilai Karakter Bangsa). Ghalia Indonesia.
  • 3. Tim Nasional Dosen Pendidikan Kewarganegaraan. (2015). Pendidikan Kewarganegaraan (Paradigma Terbaru untuk Mahasiswa). Alfabeta
  • 4. Kaelan, M.S. (2016). Pendidikan Pancasila. Edisi Reformasi. Paradigma.
Pendukung
  • 5. Bakry, N. M. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan. Pustaka Pelajar. Basyir, K., dkk. (2017).
  • 6. Pancasila dan Kewarganegaraan. UIN Sunan Ampel Surabaya Press.
  • 7. Juliardi, B. (2015). Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. PT RajaGrafiindo Persada.
  • 8. Kansil, C.S.T., & Kansil, C. (2005). Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Pradnya Paramita.
  • 9. Kusnardi, M., & Saragih, B. (2000). Ilmu Negara. Gaya Media Pratama.
  • 10. Mansur, H., dkk. (2002). Pendidikan Kewarganegaraan. Gramedia Pustaka Utama.
  • 11. Rozak, A., Sayuti, W., & Syafrani, A. (Ed.). (2000). Pendidikan Kewarganegaraan: Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Masyarakat Madani. Prenada Media.
  • 12. Sunoto. (2000). Filsafat Pancasila. PT. Hanindita Graha Widya
Dosen Pengampu Ahmad Subandi,M.Pd
Mata Kuliah Syarat -
Pertemuan Ke Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) Penilaian Bentuk Pembelajaran; Metode Pembelajaran; Penugasan Mahasiswa; Materi Pembelajaran Bobot Penilaian
Indikator Kriteria & Teknik Luring Daring
1 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.3-Mahasiswa mampu menganalisis bagaimana nilai budaya lokal (seperti kolektivisme, religi, norma adat) dan nilai kemanusiaan (seperti hak asasi, martabat, empati) mempengaruhi manifestasi gejala serta persepsi masyarakat terhadap patologi dan gangguan kesehatan mental di wilayah tertentu. 1. Memahami dan menyepakati aturan perkuliahan. 2. Menjelaskan urgensi MKWK sebagai landasan nilai profesi konselor. 3. Mengidentifikasi kaitan nilai Pancasila dengan etika konseling. Kriteria
Ketepatan menjawab pertanyaan
Teknik
Ceramah interaktif, tanya jawab, dan kontrak belajar.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Pengantar & Urgensi PKN – Pentingnya mata kuliah untuk pembentukan karakter dan kepribadian bangsa.
Sub Topik
Pendahuluan: Hakikat dan Urgensi MKWK bagi Konselor • Kontrak Kuliah & Pengantar RPS • Definisi, Tujuan, dan Ruang Lingkup PKn • Relevansi Nilai Pancasila dalam Praktik Bimbingan dan KonselingPendahuluan: Hakikat dan Urgensi MKWK bagi Konselor • Kontrak Kuliah & Pengantar RPS • Definisi, Tujuan, dan Ruang Lingkup PKn • Relevansi Nilai Pancasila dalam Praktik Bimbingan dan Konseling
  • [1] Hal: 23
3
2 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.2-Mahasiswa mampu menganalisis dan mengkontekstualisasikan etika komunikasi Islam untuk merespons isu aktual di ruang digital, seperti pergeseran otoritas, polarisasi, dan hoaks keagamaan. 1. Menjelaskan hakikat Pancasila sebagai sistem filsafat. 2. Menganalisis fungsi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi terbuka. Kriteria
Ketepatan menjawab pertanyaan
Teknik
Diskusi panel, studi literatur.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Sejarah Lahirnya Pancasila – Proses perumusan Pancasila dari BPUPKI hingga PPKI.
Sub Topik
Lahirnya Pancasila bermula pada Sidang Pertama BPUPKI (29 Mei–1 Juni 1945). Tokoh-tokoh seperti Moh. Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno menyampaikan usulan dasar negara. Pada 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan nama "Pancasila". Proses ini berlanjut melalui Panitia Sembilan hingga disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.Sejarah perumusan Pancasila dari masa BPUPKI hingga PPKI
  • [4] Hal: 106
4
3 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.1-Mampu merancang instrumen dan metodologi evaluasi program dakwah dan komunikasi Islam berbasis riset dan teknologi informasi sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.3-Mampu merumuskan rekomendasi perbaikan program dakwah dan komunikasi Islam berdasarkan hasil evaluasi untuk meningkatkan dampak sosial dan keagamaan 1. Menjelaskan konsep paradigma dalam konteks Pancasila. 2. Menganalisis bagaimana nilai-nilai Pancasila menjadi landasan etik dalam praktik konseling (misal: menghargai klien tanpa diskriminasi). Kriteria
Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
Teknik
Analisis studi kasus, brainstorming.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Pancasila sebagai Dasar Negara – Kedudukan yuridis Pancasila sebagai norma dasar (grundnorm).
Sub Topik
Secara yuridis, Pancasila berkedudukan sebagai Staatsfundamentalnorm (norma fundamental negara) atau Grundnorm (norma dasar) dalam tata hukum Indonesia. Berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, Pancasila ditetapkan sebagai sumber dari segala sumber hukum, yang berarti seluruh peraturan perundang-undangan di bawahnya wajib bersumber dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila
5
4 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.1-Mahasiswa mampu membedakan dan memetakan berbagai jenis patologi sosial (seperti kenakalan remaja, kemiskinan struktural, disorganisasi sosial) dan gangguan kesehatan mental (seperti kecemasan, depresi, trauma) berdasarkan kerangka diagnostik (seperti PPDGJ/DSM) serta teori sosiologis (seperti teori anomie, labelling, atau konflik). sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.2-Mahasiswa mampu merumuskan rencana intervensi awal (strategi bimbingan dan konseling) yang responsif budaya (culturally responsive) dan berperspektif kemanusiaan, dengan cara memodifikasi teknik konseling umum (seperti CBT, Person-Centered, atau SFBC) agar selaras dengan kearifan lokal serta melindungi hak-hak klien. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.3-Mahasiswa mampu menganalisis bagaimana nilai budaya lokal (seperti kolektivisme, religi, norma adat) dan nilai kemanusiaan (seperti hak asasi, martabat, empati) mempengaruhi manifestasi gejala serta persepsi masyarakat terhadap patologi dan gangguan kesehatan mental di wilayah tertentu. 1. Menjelaskan faktor-faktor pembentuk identitas nasional. 2. Menganalisis tantangan dan peluang keberagaman di Indonesia. 3. Merumuskan sikap konselor yang menghargai latar belakang budaya klien. Kriteria
Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
Teknik
Diskusi kelompok, presentasi kasus keberagaman.
Pemahaman Materi Mandiri,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Pancasila sebagai Ideologi Terbuka – Perbandingan dengan ideologi lain dan tantangan di era globalisasi.
Sub Topik
Pancasila adalah ideologi terbuka yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengubah nilai dasarnya. Hal ini membedakannya dari ideologi kaku seperti Marxisme (otoriter-kolektivis) dan Liberalisme (individualis). Tantangan utamanya di era globalisasi adalah penyebaran nilai transnasional yang berpotensi menggerus identitas budaya dan moral bangsa
  • [6] Hal: 45
4
5 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1-Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik audiens dan memetakan kanal media (konvensional & digital) untuk merancang blueprint strategi dakwah yang komunikatif, inovatif, dan sesuai prinsip syariah. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2-Mahasiswa mampu memproduksi konten dakwah multimodal dan mengimplementasikan strategi distribusi di platform digital/konvensional, serta mengevaluasi efektivitasnya dengan tetap menjaga etika komunikasi Islam (Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, dll) 1. Menjelaskan kedudukan UUD 1945. 2. Menganalisis tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Kriteria
Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
Teknik
Ceramah, penugasan membuat bagan hierarki.
Penugasan,Kuis Take Home,[KH=100 Menit]
Topik
Pancasila sebagai Sistem Filsafat – Kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi Pancasila.
Sub Topik
Pancasila sebagai sistem filsafat adalah satu kesatuan utuh yang mendasar, menyeluruh, dan rasional tentang hakikat bangsa Indonesia. Landasan ini terdiri dari tiga cabang utama filsafat: ontologi (hakikat realitas manusia), epistemologi (sumber dan cara mendapatkan kebenaran), serta aksiologi (nilai atau manfaat dari Pancasila itu sendiri
  • [11] Hal: 32
5
6 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.1-Mampu merancang instrumen dan metodologi evaluasi program dakwah dan komunikasi Islam berbasis riset dan teknologi informasi sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.2-Mampu mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data evaluasi program dakwah dan komunikasi Islam dengan memanfaatkan teknologi informasi sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.3-Mampu merumuskan rekomendasi perbaikan program dakwah dan komunikasi Islam berdasarkan hasil evaluasi untuk meningkatkan dampak sosial dan keagamaan 1. Mengidentifikasi hak dan kewajiban warga negara. 2. Menjelaskan implementasi hak asasi manusia (HAM) dalam layanan konseling (misal: hak privasi klien). Kriteria

Teknik
DISKUSI
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Konteks Konseling • Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam UUD 1945 (Pasal 27-34) • Fokus BKI: Hak Asasi Manusia dalam Pelayanan Konseling (kerahasiaan, informed consent)
Sub Topik
Pancasila sebagai sistem etika adalah panduan moral yang mengatur tindakan dan karakter bangsa Indonesia. Ini mengarahkan setiap individu untuk bersikap adil, menghargai sesama, dan menjaga keutuhan bangsa. Nilai-nilai ini menjadi standar untuk membedakan perbuatan yang benar dan salah dalam bernegara.Penerapan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
  • [7] Hal: 78
5
7 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.1-Mahasiswa mampu membedakan dan memetakan berbagai jenis patologi sosial (seperti kenakalan remaja, kemiskinan struktural, disorganisasi sosial) dan gangguan kesehatan mental (seperti kecemasan, depresi, trauma) berdasarkan kerangka diagnostik (seperti PPDGJ/DSM) serta teori sosiologis (seperti teori anomie, labelling, atau konflik). sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.2-Mahasiswa mampu merumuskan rencana intervensi awal (strategi bimbingan dan konseling) yang responsif budaya (culturally responsive) dan berperspektif kemanusiaan, dengan cara memodifikasi teknik konseling umum (seperti CBT, Person-Centered, atau SFBC) agar selaras dengan kearifan lokal serta melindungi hak-hak klien. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.3-Mahasiswa mampu menganalisis bagaimana nilai budaya lokal (seperti kolektivisme, religi, norma adat) dan nilai kemanusiaan (seperti hak asasi, martabat, empati) mempengaruhi manifestasi gejala serta persepsi masyarakat terhadap patologi dan gangguan kesehatan mental di wilayah tertentu. 1. Membedakan demokrasi liberal dengan demokrasi Pancasila. 2. Menjelaskan prinsip good governance. 3. Mengaitkan prinsip demokrasi dengan pengambilan keputusan di lembaga/kelompok. Kriteria
Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
Teknik
Ceramah, diskusi tentang kasus korupsi dan tata kelola.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Demokrasi dan Good Governance
Sub Topik
• Konsep Demokrasi dan Demokrasi Pancasila • Prinsip-prinsip Good Governance (Partisipasi, Akuntabilitas, Transparansi)
  • [5] Hal: 21
5
8 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.1-Mahasiswa mampu mengidentifikasi, membandingkan, dan mengkritisi perkembangan teori dakwah & komunikasi Islam (klasik-kontemporer) serta relevansinya terhadap fenomena sosial keagamaan di Indonesia. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.2-Mahasiswa mampu menganalisis dan mengkontekstualisasikan etika komunikasi Islam untuk merespons isu aktual di ruang digital, seperti pergeseran otoritas, polarisasi, dan hoaks keagamaan. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.3-Mahasiswa mampu menganalisis bagaimana nilai budaya lokal (seperti kolektivisme, religi, norma adat) dan nilai kemanusiaan (seperti hak asasi, martabat, empati) mempengaruhi manifestasi gejala serta persepsi masyarakat terhadap patologi dan gangguan kesehatan mental di wilayah tertentu. Mengukur pencapaian pembelajaran pertemuan 1-7. Kriteria
Ketepatan menjawab pertanyaan
Teknik
Ujian tertulis/essai.
Ujian Terjadwal,Kuis Langsung,[KL=100 Menit]
Topik
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
Sub Topik
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
15
9 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.2-Mahasiswa mampu menganalisis dan mengkontekstualisasikan etika komunikasi Islam untuk merespons isu aktual di ruang digital, seperti pergeseran otoritas, polarisasi, dan hoaks keagamaan. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.3-Mahasiswa mampu menganalisis bagaimana nilai budaya lokal (seperti kolektivisme, religi, norma adat) dan nilai kemanusiaan (seperti hak asasi, martabat, empati) mempengaruhi manifestasi gejala serta persepsi masyarakat terhadap patologi dan gangguan kesehatan mental di wilayah tertentu. 1. Menjelaskan ciri-ciri negara hukum. 2. Menganalisis kasus pelanggaran HAM di Indonesia. 3. Menjelaskan peran konselor dalam melakukan advokasi dan perlindungan konseli. Kriteria
Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
Teknik
Studi kasus pelanggaran HAM, diskusi.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Negara Hukum dan Penegakan HAM
Sub Topik
• Konsep Rule of Law (Negara Hukum) di Indonesia • Instrumen HAM Nasional dan Internasional • Fokus BKI: Advokasi dan Perlindungan HAM bagi Konseli
  • [6] Hal: 100
5
10 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1-Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik audiens dan memetakan kanal media (konvensional & digital) untuk merancang blueprint strategi dakwah yang komunikatif, inovatif, dan sesuai prinsip syariah. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2-Mahasiswa mampu memproduksi konten dakwah multimodal dan mengimplementasikan strategi distribusi di platform digital/konvensional, serta mengevaluasi efektivitasnya dengan tetap menjaga etika komunikasi Islam (Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, dll) 1. Menjelaskan konsep dan landasan Wawasan Nusantara. 2. Menganalisis potensi ancaman terhadap kedaulatan NKRI. Kriteria
Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
Teknik
Ceramah, diskusi tentang isu perbatasan dan ancaman disintegrasi.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Wawasan Nusantara dan Geopolitik Indonesia
Sub Topik
• Konsep Wawasan Nusantara sebagai cara pandang bangsa • Implementasi dalam menjaga keutuhan NKRI
  • [12] Hal: 19
5
11 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1-Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik audiens dan memetakan kanal media (konvensional & digital) untuk merancang blueprint strategi dakwah yang komunikatif, inovatif, dan sesuai prinsip syariah. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2-Mahasiswa mampu memproduksi konten dakwah multimodal dan mengimplementasikan strategi distribusi di platform digital/konvensional, serta mengevaluasi efektivitasnya dengan tetap menjaga etika komunikasi Islam (Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, dll) 1. Menjelaskan konsep ketahanan nasional. 2. Menjelaskan hakikat dan bentuk-bentuk bela negara. 3. Merumuskan kontribusi konselor dalam upaya bela negara (membangun mental warga negara yang tangguh). Kriteria
Kesesuaian output daftar isi sesuai ketentuan
Teknik
Diskusi, penugasan essay tentang peran mahasiswa dalam bela negara.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Ketahanan Nasional dan Bela Negara
Sub Topik
• Konsep Ketahanan Nasional (Astagatra) • Bela Negara: Pengertian, Urgensi, dan Bentuk-bentuknya (Non-Fisik)
  • [10] Hal: 100
5
12 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1-Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik audiens dan memetakan kanal media (konvensional & digital) untuk merancang blueprint strategi dakwah yang komunikatif, inovatif, dan sesuai prinsip syariah. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2-Mahasiswa mampu memproduksi konten dakwah multimodal dan mengimplementasikan strategi distribusi di platform digital/konvensional, serta mengevaluasi efektivitasnya dengan tetap menjaga etika komunikasi Islam (Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, dll) 1. Menjelaskan prinsip otonomi daerah. 2. Menganalisis peran masyarakat madani dalam pembangunan. Kriteria
Kesesuaian output daftar isi sesuai ketentuan
Teknik
Ceramah, diskusi studi kasus implementasi otonomi daerah di lingkungan sekitar.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Otonomi Daerah dan Masyarakat Madani
Sub Topik
• Konsep Otonomi Daerah dan Desentralisasi • Konsep Masyarakat Madani (Civil Society) dan perannya dalam demokrasi
  • [4] Hal: 13
5
13 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1-Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik audiens dan memetakan kanal media (konvensional & digital) untuk merancang blueprint strategi dakwah yang komunikatif, inovatif, dan sesuai prinsip syariah. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2-Mahasiswa mampu memproduksi konten dakwah multimodal dan mengimplementasikan strategi distribusi di platform digital/konvensional, serta mengevaluasi efektivitasnya dengan tetap menjaga etika komunikasi Islam (Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, dll) 1. Mengidentifikasi perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari. 2. Menjelaskan nilai-nilai anti korupsi. 3. Menginternalisasi nilai-nilai anti korupsi sebagai calon konselor (integritas profesional). Kriteria
Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
Teknik
Refleksi diri, diskusi kasus gratifikasi.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Pendidikan Anti-Korupsi
Sub Topik
• Pengertian dan Bentuk-bentuk Korupsi • Nilai-nilai Anti Korupsi (Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani, Adil) • Fokus BKI: Membangun Integritas Konselo
5
14 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.2-Mampu mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data evaluasi program dakwah dan komunikasi Islam dengan memanfaatkan teknologi informasi sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.3-Mampu merumuskan rekomendasi perbaikan program dakwah dan komunikasi Islam berdasarkan hasil evaluasi untuk meningkatkan dampak sosial dan keagamaan 1. Mengidentifikasi isu-isu aktual yang mengancam NKRI. 2. Menjelaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan. 3. Merumuskan strategi pencegahan radikalisme melalui pendekatan konseling. Kriteria
Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
Teknik
Seminar/diskusi panel, debat akademik.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Isu-isu Aktual Kebangsaan dan Peran Mahasiswa
Sub Topik
• Radikalisme, Terorisme, dan Intoleransi • Peran Mahasiswa dan Generasi Muda dalam menjaga persatuan • Fokus BKI: Peran Konselor dalam Deradikalisasi dan Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Kampus/Masyarakat
  • [4] Hal: 11
5
15 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.1-Mahasiswa mampu mengidentifikasi, membandingkan, dan mengkritisi perkembangan teori dakwah & komunikasi Islam (klasik-kontemporer) serta relevansinya terhadap fenomena sosial keagamaan di Indonesia. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.2-Mahasiswa mampu menganalisis dan mengkontekstualisasikan etika komunikasi Islam untuk merespons isu aktual di ruang digital, seperti pergeseran otoritas, polarisasi, dan hoaks keagamaan. sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.3-Mahasiswa mampu menganalisis bagaimana nilai budaya lokal (seperti kolektivisme, religi, norma adat) dan nilai kemanusiaan (seperti hak asasi, martabat, empati) mempengaruhi manifestasi gejala serta persepsi masyarakat terhadap patologi dan gangguan kesehatan mental di wilayah tertentu. 1. Mengaplikasikan seluruh materi dalam studi kasus. 2. Menyusun laporan analisis kasus konseling berbasis nilai-nilai kebangsaan. Kriteria
Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
Teknik
Simulasi, diskusi kasus komprehensif.
Kuliah,Proses Belajar,[PB=100 Menit]
Topik
Review & Studi Kasus Terintegrasi
Sub Topik
• Simulasi Penanganan Kasus Klien dengan Pendekatan Nilai Pancasila
4
16 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.1-Mahasiswa mampu membedakan dan memetakan berbagai jenis patologi sosial (seperti kenakalan remaja, kemiskinan struktural, disorganisasi sosial) dan gangguan kesehatan mental (seperti kecemasan, depresi, trauma) berdasarkan kerangka diagnostik (seperti PPDGJ/DSM) serta teori sosiologis (seperti teori anomie, labelling, atau konflik). sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.2-Mahasiswa mampu merumuskan rencana intervensi awal (strategi bimbingan dan konseling) yang responsif budaya (culturally responsive) dan berperspektif kemanusiaan, dengan cara memodifikasi teknik konseling umum (seperti CBT, Person-Centered, atau SFBC) agar selaras dengan kearifan lokal serta melindungi hak-hak klien. Mengukur pencapaian pembelajaran pertemuan 9-15. Kriteria
Ketepatan menjawab pertanyaan
Teknik
Ujian tertulis/essai/proyek.
Ujian Terjadwal,Kuis Langsung,[KL=100 Menit]
Topik
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)
Sub Topik
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)
20

Teknik Penilaian CPMK

CPL MK CPMK Partisipasi Tugas Individu Tugas Kelompok Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester
CPL1 Pancasila dan Kewarganegaraan CPMK01 Y Y
CPL1 Pancasila dan Kewarganegaraan CPMK02 Y Y
CPL1 Pancasila dan Kewarganegaraan CPMK03 Y
CPL2 Pancasila dan Kewarganegaraan CPMK06 Y Y Y

Prosedur Penilaian CPMK

1. Komponen Penilaian CPMK
CPL CPMK Sub-CPMK Detail Penugasan (Teknik Penilaian) Bobot % Kriteria Penilaian
CPL1 CPMK01 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.3 Ceramah interaktif, tanya jawab, dan kontrak belajar. 3 Ketepatan menjawab pertanyaan
CPL1 CPMK01 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.2 Diskusi panel, studi literatur. 4 Ketepatan menjawab pertanyaan
CPL1 CPMK03 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.3 Analisis studi kasus, brainstorming. 5 Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
CPL2 CPMK06 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.2, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.3 Diskusi kelompok, presentasi kasus keberagaman. 4 Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
CPL1 CPMK02 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2 Ceramah, penugasan membuat bagan hierarki. 5 Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
CPL1 CPMK03 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.2, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.3 DISKUSI 5
CPL2 CPMK06 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.2, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.3 Ceramah, diskusi tentang kasus korupsi dan tata kelola. 5 Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
CPL1 CPMK01 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.2, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.3 Ujian tertulis/essai. 15 Ketepatan menjawab pertanyaan
CPL1 CPMK01 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.2, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.3 Studi kasus pelanggaran HAM, diskusi. 5 Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
CPL1 CPMK02 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2 Ceramah, diskusi tentang isu perbatasan dan ancaman disintegrasi. 5 Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
CPL1 CPMK02 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2 Diskusi, penugasan essay tentang peran mahasiswa dalam bela negara. 5 Kesesuaian output daftar isi sesuai ketentuan
CPL1 CPMK02 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2 Ceramah, diskusi studi kasus implementasi otonomi daerah di lingkungan sekitar. 5 Kesesuaian output daftar isi sesuai ketentuan
CPL1 CPMK02 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK02.2 Refleksi diri, diskusi kasus gratifikasi. 5 Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
CPL1 CPMK03 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.2, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK03.3 Seminar/diskusi panel, debat akademik. 5 Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
CPL1 CPMK01 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.2, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK01.3 Simulasi, diskusi kasus komprehensif. 4 Kesesuaian sintaks dan output yang diharapkan
CPL2 CPMK06 sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.1, sub.cpmk.NBKI0401.CPMK06.2 Ujian tertulis/essai/proyek. 20 Ketepatan menjawab pertanyaan
Total 100
2. Penilaian CPMK
CPL MK CPMK Partisipasi Tugas Individu Tugas Kelompok Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Total
CPL1 Pancasila dan Kewarganegaraan CPMK01 16% 0% 0% 15% 0% 31%
CPL1 Pancasila dan Kewarganegaraan CPMK02 20% 5% 0% 0% 0% 25%
CPL1 Pancasila dan Kewarganegaraan CPMK03 15% 0% 0% 0% 0% 15%
CPL2 Pancasila dan Kewarganegaraan CPMK06 0% 5% 4% 0% 20% 29%
100%